Feeds:
Tulisan
Komentar

Tadi malam 14 agustus 2009 di T.I.M, saya coba ikut2 an pengajian Cak Nun diajak ma saudara tercinta, kesan pertama, lesehan macam di Jogja, bedanya, yang liat tidak dikasih kopi gratis macam melek pitulasan (tirakatan) mcm d jogja. Sebelum Cak Nun datang, ada seasion pemanasan, mulanya tema yang nampang di background nya tertulis “Menegakkan Cinta”, waktu saya gabung tema itu berubah menjadi “Reproduksi Organism” *saya berharap sekalian bahas orgasme :-) *, pembicaranya macem-macem, dengan the Other View yang pelangi pula, sekjen warteg Jakarta, walo agak mbulet narasinya yang saya bs petin adalah: bahwa Organism itu bukan sekedar tubuh, namun jg jiwa, masyarakt, makan-memakan, dll.
Pembicara kedua ngomongin tentang konteks organism sebagai bagian dari kesatuan akal, jiwa, tubuh, dan manusia sebagai kemanusian bersama dunia dan alam, *sangat filosofis, terlalu banyak kata-kata yang asing bagi saya –> postmo, entologis, dll, dll*, pembicara ketiga, adalah ustadz yang menerangkan tentang manusia sebagai jasad-setan, sangat dibanjiri kata-kata agama, saya kurang bs menguasai *berharap saya bisa hadir sebagai penengah hadirin tp saya juga tk paham nir ruang di antara mereka*, ada beberapa penanya tp seolah bobotnya sepantas pembicaranya *narasinya sangat mendalam, narasinya sangat lapangan, narasinya sangat halus*, saya pun pasrah tuk semilir-semilir mengikuti alur yang terkesan sangat cair itu :-) .

Pengajian rutin Kenduri Cinta di TIM JKT pusat, jam 9-till drop, minggu ke 2/bulan, setiap malam sabtu ini kesannya macam kuliyah terbuka -dan sangat terbuga untuk umum -tak perlu nampangin freepass-, cewek cowok gak perlu dipisah duduknya, mo jilbaban ato gak, rok mini atau kebaya, ngerokok atau tak, metrosek atau banci n homo dapat gabung di sini, monggo :-) , asal guyub dan li tholabil ilm (cari ilmu).

Dan saat Cak Nun datang, di mulai dengan membaca surat ar Rahman, tema berubah otomatis menjadi “Hal Ihwal tentang Tariqah”, saya tidak begitu paham tentang kata-kata itu, walau saya juga sempat ikut-ikutan tariqah sekedar -dari pada cari dugem malam2 atau yng lain2-, ada 2 pembicara selain Cak Nun, mantan konsulat Indonesia di Mesir dan Ustadz nya cak Nun kecil waktu di Gontor dlu. bapak Konsulat kebetulan peneliti yang konsentrasi masalah tariqah, terutama naqsabandiyah, penjelasnnya seperti dosen atau guru-guru kita, harus konsentrasi *sayangnya pengalaman kul disambi jd MAPALA membuat saya agak sulit konsentrasi*, sebenarnya sangat sistematis, tentang makrifar *”MELIHAT” kesejatian wujud ‘TUHAN’ di luar segala partisi ruang-waktu*, tentang fana *”MENIADAKAN / SUWONG(jw)”, yaitu wujud hakiki makhluk yang pada dasarnya tiada secara filosofis, agama bahwan fisika* , tentang Wahdah Wujud *”KESATUAN ESENSI”, bahwa hal ihwal kedamaian tertinggi adalah menyatu dengan hakikat Tuhan, “Mereka yang Aku cintai, matanya akan menjadi mata-Ku, tangannya adalah tangan-Ku bla bla bla (al Hadits)”*, tapi suasana di TIM tidak sama macam kuliyah, untungnya setelah itu Cak Nun melengkapinya dengan menjelaskan bahwa tariqah itu laksana HP, HP i-tone *sok-sok pamer* yang dia beli dari Hongkong, tidak selalu combine ma provider GSM indonesia, kalo kpngin aktif perlu password khusus, jadi seperti kita, manusia yang ingin mengenal Tuhannya, kita butuh password khusus, yang hanya kita yang tahu, bla bla bla, tariqah itu macam bekerja *dan bekerja pada dasarnya the real Tariqah*, kita kerja sungguh-sungguh dan mendalami dengan niat karena Allah Swt bisa dikatakan tariqah, segala hal yang kita lakukan untuk lebih dekat atau lebih Cinta atau lebih sadar sebagai manusia yang manusiawi denagn hubungan yang baik dengan Nya adalah tariqah, “jual kripik ketela goreng namun dihayati sebagai ibadah” kata Cak Nun juga merupakan tariqah, bla bla bla…

Cak Nun menjelaskan agama dengan paradikma satu Tuhan banyak agama *dan dengan kesadaran penuh Tuhan memang menciptakan banyak agama*, “jangan benci Yahudi, la wong Yahudi itu jg ciptaan Allah, mereka juga cucunya nabi Ibrahim, nanti kalo kita benci, apa gak takut kalo pelukis marah karena lukisanya diejek??” “

“musik itu tidak memiliki agama, demikian juga motor tak pernah masuk islam, baju, mobil, rumah. Yang punya agama adalah jiwa manusia”, jadi menurut Cak Nun, agama adalah cara kita menghayati Allah sebisa apa yang kita jalani dalam hidup kita sehari-hari. “saya ingin menjelaskan tariqah -dan Tuhan- sebagai entitas yang mudah kita cerna -kurang lebih kt2nya macam itu-”, lalu dia menyanyikan lagu berbagai irama dan bahasa, tapi liriknya sholawat kpd Nabi. so.. “apakah lagu haleeloya, dan lagu Yahudi memiliki agama???” tentu penonton menjawab “tidaaaaakk!!!!” :) , agama melalui tariqah adalah perjalann spiritual yang sangat intens, lepas dari struktur ke”agama”an yang mendaging seperti lembaga-lembaga negara dan keadilan, spiritualitas kita dengan Allah Swt, dan rasa cinta kita pada Allah tidak perlu dihalangi oleh tabir, dalam al Qur’an “Allah lebih dekat dari urat leher kita, hanya nur Muhammad lah ‘tabir’ itu *yang mengajarkan cinta sejati dengan Allah*, hal ihwal tentang para mursyid, konsulat bilang “mereka hanya guru biasa, seperti ketika kita kuliyah atau sekolah”.

Mungkin ini sebagian yang saya dapatkan. Tapi yang jelas pengajian macam begini pantas dicoba, musik Kyai Kanjeng bercampur-campur antara barat-timur, pop-rock-clasic-etnik-worldmusic, dari cucak rowo sampai jackson, dari musik padang pasir -udelan- sampai sholawat nabi, selalu mengiringi di antara pengajian dan sebagaimana kultur orang-orang indonesia yang benci serius, lawakannya membanjiri di setiap acara :) ) *saya bahkan lupa kalo saya dari awal kebelet mo kencing*. kalo saya bisa menilai scr intertainment range bintang 1-5, acara ini dapat 3,968876 bintang. Monggo, silahkan di coba :-)

Sybel 101

aku menerka mu datang, tapi kamu tak pernah datang
aku menerka mu datang lalu ku peluk erat, tapi kamu tak pernah datang
aku menerka mu datang, ku peluk, lalu ku cium kening mu, tapi kamu tak pernah datang
dan aku tak mau menerka-nerka lagi saat waktu menggantung menjadi pagi

kau bilang mau datang, ku pikir kamu datang dengan setelan baju merah muda, harum mewangi
kau bilang mau menemani lembur malam, ku pikir kamu datang lalu menyiapkan secangkir kopi manis.
kau bilang mau menemani tidur, ku pikir kamu akan menyiapkan ranjang untuk kita berdua.
kau selalu bilang mau.. mau… tapi kamu hanya bilang saja.

bilang saja kamu dah tak ingat ma aku lagi
tak ingat ketika kita sama-sama dipersimpangan, sehingga kita saling menemani.
tak ingat ketika kita sama-sama capek, sehingga kita saling berbagi pijatan
tak ingat ketika kita saling memeluk erat-erat, menangis bersama, tertawa bersama

kamu memang selalu seperti itu..
“cinta itu perbuatan bukan ucapan”
dan sekarang cinta berarti diam
“cinta itu memberi dan menerima”
dan sekarang cinta berarti tong kosong
“cinta berarti tulus”
dan sekarang cinta berarti aku… aku.. ingin sekali menjumpai mu.

menjumpai senyum bibirmu yang merekah
menjumpai sendu matamu yang dingin
menjumpai bisik suaramu yang desah
menjumpai sintal tubuhmu yang gairah
menjumpai belai tanganmu yang gemulai

inilah nasib ku… aku benci… benci tapi mencintai mu… sungguh
sybel 101
pufff

Jakarta I (11.23.14.8.009)

Itu mbangun rumah kok kayak motong tanah, semua pohom ditebangi, dibangun rumah, di tanami pohon baru yang entah berantah dari mana, asal indah, macam palem2 an. Tanah di betono semuanya, dah tanah warna merah di tutup dan dilapis batako keras ma aspal. Gimana gak panas ya??? kalo pun ada green area, rata-rata bayar, atau kalo gratis juga, bersaing ma mobil yang hilir mudik, atau kaki lima yang ‘teng tlecek’ dmn-mn, ngapa ya, orng2 pinter sukanya nyaman tinggal di perumahan yang model gitu, nyaman dengan pagar yang dikunci rapat, satpam yang rada angker, atau setidaknya berseragam tegak, ngapa yaaa???

Pingin punya ibu kota negara di hutan, adem ayem, seger, air ngalir gemercik, angin berhembus perlahan.. ada burung menyanyi tak hendi2, atau kesunyian yang bermakna mendalam… sayang nya pendidikan, agama, budaya, trend center kita bicara lain, media telah mengubah nilai-nilai standar dari makna kehidupan, telah mewakili dominasi selera publik, tak jauh juga pendidikan manusia yang mengajarkan tentang arus perubahan yang memarginalkan pikiran-pikiran romantik atau eksentrk, orang ideal adalah ini dan itu, keluarga ideal adalah ini dan itu, masyarakat ideal adalah ini dan itu, memang betul ada dialog dan sedikit perbedaan, tapi pendidikan seperti industri, yang mencetak manusia seperti selera pabrik, pabrik itu mengatas namakan Negara, Agama, dan Technologi.

Jakarta 130809

Jakarta itu asyik, ada jalan tol lebar n panjang, ada angkot siang malam, ada internet + tv kabel cm 100 rb per bulan, all nya banyak, gedung2 tinggi jg banyak, orangnya banyak yang sibuk, ada orang yang ngasih pengemis 20 rb, lalu minta doanya, ada orng gnta ganti mobil, ada ada ajah…

Ada panas juga kalo siang dan jg malam, ada nyamuk gak ketulungan, muacet gak karuan, gak perlu helm ke mana2, angkotnya nyetem luuuaaama buanget, air PDAmnya aromanya asem-asem gmn gt, asap knalpot luar biasa, pengemisnya bejubel, orng2nya banyak yang naruh curiga, dikit2 suruh hati2, lawong aku cm nyari temn, kok kel pada was was…

Jakarta masjidnya gede-gede, banyak kegiatan, jama’ah sholat jg rame, gerejanya jg aktv banget, orangnya care banget, mo nanya arah jalan, ditunjukin jalan-jalanya ampe ganti-ganti angkotnya.

Tuhan, atau sesuatau yang paling berkuasa, atau apapun sebutan untuk itu, dasar eksistensinya hanyalah satu, dan tak akan pernah selain satu. Segala sesuatu bersandar pada-Nya, tak ada satupun sekecil muatan electron atau yang lebih kecil dari itu, atau yang paling besar, gugusan milyaran bintang dan jutaan galaksi yang mengada dan berdiri kecuali dalam hanya karena kuasanya.

Baik dan buruk, benar dan salah, ada dan tiada, cinta serta benci, hidup serta mati, sedih dan senang, pergi dan kembali, musnah dan lestari, perjumpaan dan perpisahan, hakikatnya adalah satu, dalam rangkaian yang panjang, hanya dibolak-balik, hanya dipantulkan, hanya dihentikan sementara, yang pada saatnya akan musnah, menghilang dalam lautan abadi.

Islam, Kristen, Yahudi, Budha atau Hindu atau yang lainnya, pada hakikatnya adalah rangkaian cerita kecil, yang tak bisa diputuskan, dipisahkan dan dibedakan, yang kecil dan teramat kecil dari skenario besar yang Tuhan ciptakan. Mereka yang tertutup, sesat dan gelap mata adalah rangkaian sejarah yang tidak bisa dimusnahkan dari skenario agung nan suci, benar-salah dipermukaan adalah penampakan kecil dari hakikat yang terdalam yang dimiliki oleh yang Maha Hakikat.

Mereka yang berbuat salah, lalai. Dosa, sesat dan yang menyesatkan adalah lambang ladang kasih yang karenanya bibit kasih dan sayang di tebarkan, disiangi, dipelihara, dan dipanen ditempat itu, tidak untuk diasingkan dan dihancurkan. Ketahuilah bahwa mereka yang berbuat atas nama Tuhan untuk menghukum yang menurut mereka salah pada dasarnya adalah mereka yang takut akan kenyataan bahwa Tuhan berada dibalik rencana mencintai manusia siapapun tanpa pandangbulu, melalui dialog panjang yang seringkali jatuh dan bangun, itu mengapa Tuhan sangat mencintai orang yang bertaubat dan akan mengampuni dan menghukum secara adilsesuai kehendak hati-Nya yang pengasih..

Jadi pada saat Tuhan mengutus Adam (dalam keyakinan tiga agama besar) sebagai pengganti-Nya di dunia, pada dasarnya Tuhan sama sekali tidak membutuhkan manusia, materi dan segala kebaikan serta ibadah manusia, yang membutuhkan-Nya adalah makhluknya, gunung, semut, galaksi, dan atom, menyediakan diri untuk selalu bertasbih pada-Nya, karena Tuhan mengutusnya demikian, demikian keluarga besar Adam dibimbing dan tidak dibiarkan sendirian untuk menjumpai CINTA dan kebenaran sejati.

Akhirnya, ujian datang silih berganti, ada luka ada pula kesembuhan, ada sedih ada pula bahagia, yang berpisah lalu bertemu dan kemudian berpisah lagi, yang jauh semakin dekat, dan yang dekat semakin asing bagi diri, keluarga dan masyarakat manusia, tak ada yang abadi kecuali CINTA dalam Tuhan pada manusia, tak ada yang abadi kecuali HUKUMAN ADIL dalam Tuhan pada manusia. Tak ada yang abadi, semua, dan segala sesuatu, akan musnah lenyap laksana asap pada saatnya, kecuali yang memasuki surga, dimana segalanya di dalamnya akan lebih dekat dengan hakikat sejati-Nya, dengan keabadian-Nya yang Maha Sejati.

Setiap kesalahan diikuti perbaikan, setiap masalah diikuti solusi, setiap kesedihan diikuti kebahagiaan, setiap keterputusan diikuti perkawanan, setiap kebencian diikuti cinta, setiap kehilangan diikuti pertemuan, setiap yang pergi akan kembali, lama diganti yang baru, dosa diiringi pengampunan, kesesatan diikuti oleh petunjuk lalu pertaubatan, itulah mengapa Tuhan lebih dekat dengan setiap manusia bahkan dibandingkan oleh diri orang itu sendiri, Tuhan lebih tahu dari diri kita sendiri.

Mereka yang tidak tahu, Tuhan akan memberinya hikmah agar dia menyadari kebodohannya, mereka yang sesat akan ditunjukkan jalan oleh-Nya, dan mereka yang sedih akan dihibur-Nya, Tuhan selalu bicara dengan hidup kita, setiap nafas kita, dalam kerja, istirahat, makan, mandi, tidur, keheningan dan keramaian.

Tuhan memusnahkan raga kita, tapi yang hakiki adalah jiwa kita, mereka yang diadzabnya melalui siksa dalam jasad, itu karena Tuhan mencintai jiwa hambanya, ruh atau jiwalah yang bertanggungjawab di hari akhir, sama sekali bukan jasad ini, karena jasad cuam bagai asap dan abu yang musnah dalam sekejap mata. Sementara itu, rasa sakit kita karena hukuman-Nya, itu karena Tuhan sungguh-sungguh mencintai kita, dan akan begitu selamanya, kesakitan karena-Nya lebih baik dari hiruk pesta yang mengasingkan jiwa.

Kerja kita, uang yang kita kumpulkan, jerih payah kita, fikiran, nafas serta waktu yang kita korbankan hanya untuk dunia ini akan berakhir sangat sia-sia, karena semua pada akhirya akan bertempat pada batasnya, umur pada kematian, anak pada kematian, harta pada kehilangan, kesehatan pada sakit, kepintaran pada kepikunan, kejayaan pada suksesi, keluarga pada masa-masa tua, kemudaan pada kejompoan, cantik tampan hanya akan berwujud sekilas, jadi sebelum bertempat pada batasnya, abdikan semua yang Dia amanahkan pada kita yang sementara itu, untuk mewujudkan CINTA kita pada-Nya, membahagiakan orang tua, keluarga, tetangga, dan bermanfaat bagi masyarakat, santun dan membantu mereka yang lemah serta menolong mereka yang meminta atau wajib dibantu, menjadi sahabat yang mendampingi mereka yang tertatih dalam sesat dan candu.

Semua ahli Fisika semesta paham alam akan musnah pada saatnya, para dokter tetap akan mengatakan bahwa umur akan berakhir kematian, para ekonom tahu bahwa stabilitas akan berakhir dalam fluktuasi, sejarah manusia dari zaman dahulu kala tidak pernah membiarkan penguasa dan dinasti dan zamannya berjalan lebih empat atau lima abad, semua yang kita lihat akan menempati waktu akhirnya, kebahagian kita, kesedihan kita, kesulitan kita, kelapangan kita, akan berubah sewaktu-waktu.

Cobaah tidak untuk dikeluhkan wahai kekasih Allah, kesedihan tidak untuk terus diratapi, keruwetan selalu menyisakan jalan lempeng, rasa sakit mengarahkan pada rasa syukur, kebuntuan akan mengembalikan kita pada jalan yang terang, akal walau tidak sempurna, hati walau tidak sempurna, tubuh walau tidak sempurna, cinta walau tidak sempurna, harta walau tidah sempurna, kesehatan walau tidak sempurna, pekerjaan walau tidak sempurna, syukurilah, syukurilah, syukurilah, alhamdulillah.. berpestalah dalam syukur, dan jadikan setiap hari sebagai hari raya, atas hubungan kita yang mendalam pada Tuhan, Allah Subhanahu wata’alla.

Ketahuilah, sholat kita dan ibadah yang lain, Allah sama sekali tidak memerlukan, sholat adalah kewajiban dan kebutuhan manusia untuk menanamkan CINTA pada-Nya, menjauhi: maksiat, mabuk, zina, mencuri, korupsi, menganiaya, berbuat curang adalah wujud dari memelihara CINTA-Nya, agar kita tidak kehilangan hubungan mesra dengan CINTA yang Tuhan khusus hadiahkan untuk setiap manusia

Wahai para pencari Tuhan, pencari kebenaran yang paling hakiki, kebahagiaan yang paling hakiki, keutamaan yang paling sejati, jangan berputus asa bila saat ini engkau masih terjatuh, tersesat, buta, jatuh roboh atau musnah. Selama masih ada keinginan untuk mendekat pada-Nya, lakukanlah dan terus lakukanlah perbaikan, bila ternyata jatuh lagi, berusaha bangunlah, lagi, lagi dan bangun lagi, kelak latihan rukhani semacam ini yang akan menguatkan mu atas tipu daya dan godaan syaetan, bisikan yang bedanya hanya berbatas tipis dengan sehelai rambut, tetaplah minta petunjuk, tetaplah minta pertolongan, tetaplah meminta maaf, tetaplah bersyukur, tetaplah bergembira, tetaplah memelihara semangat hidup tuk membantu sesama yang membutuhkan pertolongan, baik secara ragawi, atau rukhani. Wallahu a’lam.

menjelang lebaran

hari ini, kue-kue dimasukkan dalam toples, kemenakan2 sibuk dengan baju baru, taman di depan delakang di siram dengan pompa besar, sodara-sodara datang dari jauh bercengkrama, makanan disiapkan untuk berbuka terakhir ramdahn tahun ini, hidup begitu ceria, tiga empat generasi bersatu, warisan diturunkan, dan seperti kumandang  takbir yang nanti malam di dengungkan.

Besok ambeng sekampung digelar, silaturrahmi dibuka, setiap rumah penuh kue, kerupuk dan tampan minuman diedarkan setiap saat, anak-anak kecil mendapatkan uang kecil dari tuan rumah, allahuakbar walillahilham

Y Allah Ampuni Dri Ku

berat banget rasanya jd makhluk-Mu, pdhl Kau memberikan sgl karunia dan hidayah bagi ku. Ampunilah hamba mu ini bila terus saja mengulang dosa dan mengulang pula taubat, hamba takut neraka dan selalu menginginkan surga, hamba inginkan kebaikan tp hampa selalu lakukan maksiut. Cuma untuk setia, percaya, dan menahan kerinduan ja beratnya minta ampun

Oleh karena itu Tuhanku yang maha pemaaf, maafkan aku ini seribu atau berjuta2 maaf

waktu berlalu

ya gw selalu berdebat ma diri gw, kata tubuh gw, uur gw dah 25 th, eh tp jiwa gw nganggepnya masih yaa.. sekitar 20 – 21, jauh banget bedanya.

tak tau ngapa akhir2 ini hidup terasa begitu cepat, bukan hanya yang telah terlewat tapi juga yang bkl gw lwtin, huh yang prioritas adalah lulus kuliah (entah kn musibah apa ato kutukan apa kok lama bangetttttt rasanya, kagak naik 2 thn rasanya masih kmrin aja), trus nyari kerja, kmrn2 gw usaha sndiri ngikut tmn2, eh kul malah ktteran, plus dikibulin tmn sendiri yang akhirnya jd musuh besar, pokoknya setelah lulus hatus bs makan sendiri, semut ja bisa masak gw kagak, mana banyak inspirator hidup yang slalu dorong gw (bro Ibra, mak n bapak, mbak ana n sahabat2 yang kplng banyak) masak sih hati gw tak terketuk. next, kalo bnr2 dah macam semun bs cari gula sendiri, gw nyari istri n mentok-mentok kalo tak laku yaa terpaksa pasrah ma pilihan org tua.

Kata tmn gw hidup tuh hadapin aja yang di depan, kagak usah sibuk liat2 belakang, entar malah kesandung, mas heri (kakak ipar gw) bilang, hidup harus da rencana, la yang da rencana ja blon tentu kasil pa lagi yang random, kata Indah (temen gw) hidup nh yaaa macam air, elastis, kalo da batu kecil i depan ya terjang ja, kalo batunya sedang muter ja arus ke samping, kalo batunya benar2 besar nunggu ja ampek airnya besar jadi comberan trus tumpah deh, tuh macam manapun jl arahnya juga ke laut, kalo nguappun jg bakal jd ujan, kalo diserap akar2 pohon juga bakal jd batang, ranting, daun, bunga, buah, tah di sana juga hakikatnya tetep ja air.

pufff, yang jelas gw ingat ucapan mas doel  (senior gw di mapala), “Tak ada yang menakutkan di dunia ini kecuali ketakutan itu sendiri”.

ok! cukup dl unek2 tntang hidup, jangan lah ambil berat kata Iqbal (tmn yng smntara ini jd musuh), toh hidup cm, lahir, bermain, belajar, pacaran, kerja, nikah, besarin anak, ikut pengajian bapak2, mati deh, nggak di swedia (minjam tmpat kaka gw belajar( di jepang (minjam senior mapala gw iben inggal), nggak di Tillbuerg (kota belanda tmpat mas parlan senior gw jg nuntut ilmu) atopun di Fakfak (tempat temen gw Muniv tinggal) hidup tuh yaa antara sedih dan susah, nggak achmad dhani, nggak paimo, walo beda rejeki, toh paimo lebih awet nikah ma paini, ingatlah apa yang allah sabdakan, bismillahirrahmanirrahim, arrahman nya tuk sgnap manusia, arrahimnya tuk orang-orang mukmin

mog allah berkenan dengan puasa gw tahun ini, amean

berikan aku tangguh

atas segala kekhilafan, atas segala kebohongan, kemunafikan yang tak terbantahkan, maafkan Tuhan hari ini… beri aku ptunjuk dan hidayah mu, atas segala kerancuan logikaku karena dunia yang berbujuk rayu dan kelemahan iman ku

Orang-Orang Langit

seperti luka yang ditembel lagi, sobek lagi dan ditembel lagi, orang-orang langit akan selalu menderita di dunia, karena  orang langit cuma singgah di sini di tempat ini, ruh dan jasadnya hanya titipan dan amanat, taqdir dan nasibnya adalah derita tak berujung. Menjalani kehidupan layaknya seperti perjalanan mengarungi sungai besar, orang-orang langit akan terpisahkan dari keluarganya, dari hidupnya yang nyaman, dan menjalani hidup di bahtera sempit sebagai kelasi rendahan yang siap melayani bajak laut, tidur dan makan bersama tikus.

Jangan dipikir dunia telah memberi yang benar bila segala nasib membaik, yang benar adalah tertundanya pengorbanan dalam hidup untuk melepaskab hidup dan berjalan sebagai pengelana jalan-jalan dunia yang lapar. Orang-orang langit adalah anak penderitaan, nafasnya adalah doa yang seperti sungai darah tanpa ujung, para sufi bilang logika hanya dipakai dalam ruangan sempit, bila kau bermimpi, seolah semuanya adalah benar, namun ketika kau bangun dari mimpi dan melihat kenyataan seolah pula semua hukum dunia ini nyata, padahal kehidupan sesungguhnya adalah kematian.

Lupakan Samuel Huntington, Froncois Fukoyama, Foucault, Anthony Gidden, Marx, Engle, Lenin, atau siapapun. Bukankah mereka cuma orang-orang bumi yang akan senang jika kelompoknya dan keakuannya menang, lupakanlah demokrasi, humanisme, human right, positivisme, toh persoalan mereka cuma takun akan kematian dan dilarangnya nafsu sex. Lupakan Ahmadinejad, Kadhafi, Nasrullah, Achmad Yasin, Gandhi, Mao Zedong, Soekarno, Mustapha Camal, toh mereka cuma raja-raja di dunia.

Apa artinya Posmo, apa artinya minimalis, apa artinya Greendism, apa artinya keadilan, bukankah manusia cuma setetes embun dari samudera luas misteri Tuhan. Apa itu Islam dan Al Quran serta Syari’aj dan Tasawuf, atau apa Arti Yahudi, Torat, Zionism dan Kabbalah, apa arti Hindu, Darma, Budhadan Meditasi serta Reinkarnasi. apa arti Daisme, Satori, ‘manunggaling kawulo gusti’.

Ketidak adilan bukan melalui miskin kaya, aman terancam atau lapar kenyang, keadilan adalah kehidupan, bukan kata-kata atau tulisan, bukan perbuatan atau rasa… tapi merasakan yang tak terungkap sebagai orang-orang langit, anak-anak penderitaan

Tulisan Sebelumnya »